Agroekoteknologi

PROFIL PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

UNIVERSITAS SULAWESI BARAT

Program Studi Agroekoteknologi Universitas Sulawesi Barat didirikan pada tanggal 03 Oktober 2019 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 916/KPT/I/2019. Prodi Agroekoteknologi merupakan salah satu program studi yang berada dibawah naungan Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut), bertujuan menjadi program studi yang unggul dalam memanfaatkan dan mengembangkan ilmu Agroekoteknologi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Proses penetapan visi, misi, dan tujuan Agroekoteknologi diawali dengan menjadikan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS) Unsulbar sebagai titik tolak dan tujuan akhir dalam merancang dan menetapkan standar VMTS Fakultas dan  Prodi Agroekoteknologi. VMTS Fapertahut disusun berdasarkan gambaran kondisi internal, eksternal, dan masa depan yang diharapkan oleh Unsulbar. Prodi Agroekoteknologi mempunyai visi menghasilkan lulusan yang profesional, mandiri, cerdas, dan berbudaya serta berjiwa Enterprenuership dalam bidang pertanian serta mampu bersaing di era Industri 4.0 melalui pemanfaatan IPTEKS pertanian yang berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.

Pencapaian visi program studi melalui misi yang dilakukan melalui kegiatan:

  1. Melaksanakan program pendidikan yang mengutamakan keterampilan/keahlian dalam pengelolaan sumberdaya iklim, lahan serta tanaman untuk mendapatkan produksi yang optimal sehat dan ramah lingkungan
  2. Mengembangkan pendidikan yang mengarah pada kebutuhan dibidang pertanian dan segala aspek sains maupun teknologi serta pengetahuan yang berkaitan dengan agroekosistem yang berkelanjutan
  3. Menghasilkan SDM pertanian yang memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pertanian yang produktif, sehat serta arif terhadap lingkungan berdasar integrasi kajian ilmu dan budaya lokal

Prodi Agroekoteknologi sebagai prodi baru di Fapertahut pada tahun 2021 telah memiliki total jumlah mahasiswa sebanyak 130 orang dan terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi mahasiswa melalui optimalisasi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung. Pelayanan kepada mahasiswa diberikan melalui ketersediaan tenaga pendidik dan kependidikan yang kompeten. Integrasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan materi perkuliahan, serta administrasi perkuliahan yang baik. Sarana dan prasarana tersebut antara lain ruang kuliah, ruang dosen, ruang administrasi, ruang seminar, laboratorium terpadu, mushola, dan perpustakaan. Seluruh ruangan  yang ada di Fapertahut memiliki fasilitas jaringan internet (Wi-Fi). Selain itu, juga telah difasilitasi sarana Green House untuk menunjang kegiatan Penelitian dan praktikum lapangan.

Penerimaan mahasiswa Prodi Agroekoteknologi diperoleh melalui proses seleksi yang ketat dengan jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri telah mampu merekrut mahasiswa baru secara objektif, transparan, akuntabel. Sebagian besar calon mahasiswa Prodi Agroekoteknologi berasal dari keluarga dengan sosial-ekonomi pra-sejahtera, sehingga mereka bergantung pada kuota beasiswa. minat calon mahasiswa untuk Prodi Agroekoteknologi setiap tahun terus meningkat sejak pembukaan prodi. Berbagai bentuk layanan kemahasiswaan yang tersedia di Unsulbar dan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Prodi Agroekoteknologi meliputi penalaran minat dan bakat, bimbingan karir, kewirausahaan dan kesejahteraan terbilang mencukupi. Mahasiswa mudah untuk memperoleh akses dan mutu layanan bidang kemahasiswaan.

Ketersediaan tenaga pendidik secara kuantitatif sudah memenuhi kriteria dan akan rencanakan memenuhi secara kualitatif berdasarkan sasaran mutu yang dibuat Fapertahut. Dosen Tetap (DT) berjumlah 15 orang dan Dosen Tetap Program Studi (DTPS) berjumlah 6 orang yang semua memiliki pendidikan terakhir magister (S2). Jabatan akademik DTPS terdiri 5 orang asisten ahli (83%), 1 orang tenaga pengajar (17%). Pada prodi juga telah dibentuk kelompok kajian meliputi; ilmu Budidaya Tanaman, ilmu Tanah, ilmu Perlindungan Tanaman, Sosial Ekonomi dan Komunikasi, Lingkungan dan Lansekap, Pertanian Terpadu, Mekanisasi Pertanian.

Dalam rangka peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, Fapertahut mendukung percepatan DTPS melakukan studi lanjut untuk meningkatkan DTPS Agroekoteknologi dengan kualifikasi pendidikan S3. Selain itu, Fapertahut juga mendorong DTPS Agroekoteknologi juga untuk pengusulan jabatan fungsional. Pengelolaan keuangan, sarana, dan prasarana Fapertahut dan Agroekoteknologi telah mampu memfasilitasi pelaksanaan tridharma perguruan tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Fapertahut dalam melakukan peningkatan kualitas pencapaian keuangan, sarana dan prasarana telah dilakukan secara maksimal. Hal ini terbukti dari adanya realisasi program kerja berdasarkan mata anggaran yang dicairkan. Selain itu, ditinjau dari segi sarana dan prasarana, saat ini Prodi Agroekoteknologi telah memiliki laboratorium dengan fasilitas perangkat percobaan meliputi laboratorium terpadu dan Green house.

Kinerja DTPS pada program studi Agroekoteknologi, Universitas Sulawesi Barat meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kinerja DTPS pada bidang penelitian dapat dilihat dari kegiatan penelitian, dan publikasi ilmiah. Selama 3 tahun terakhir, DTPS telah melakukan 16 kegiatan penelitian dan 14 kegiatan pengabdian yang didanai baik dari internal perguruan tinggi, lembaga dalam negeri, dan mandiri. Publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional, seminar nasional maupun internasional dan media massa sebanyak 16 publikasi.

Kurikulum pada program studi Agroekoteknologi, Universitas Sulawesi Barat menggunakan kurikulum yang telah dilokakaryakan pada tahun 2020. Setiap dosen melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPS yang berdasarkan pada standar KKNI dan capaian pembelajaran Prodi. Proses pembelajaran dilaksanakan secara langsung antara dosen dan mahasiswa baik luring atau daring yang terdokumentasi, serta dibuktikan dengan adanya kontrak perkuliahan, presensi kehadiran, dan monitoring perkuliahan pada saat proses pembelajaran. Hal ini juga didukung oleh sebagian besar dosen Prodi Agroekoteknologi telah mengikuti Program Peningkatan Keterampilan Teknik Instruksional (PEKERTI). Bahan kajian pembelajaran pada beberapa mata kuliah juga diintegrasikan dari hasil luaran penelitian dan/atau luaran Pengabdian kepada masyarakat.

Dalam menghasilkan lulusan yang bermanfaat di masyarakat Prodi Agroekoteknologi terus melakukan evaluasi. Untuk peningkatan di tahap evaluasi, tim GPM Fapertahut melakukan survei kepuasan baik untuk dosen dan tenaga kependidikan maupun untuk mitra kerjasama, survei yang dilakukan masih secara kolektif pada tingkat Fakultas demikian juga penyajian data. Rencana tindak lanjut untuk hal tersebut dengan memberikan usulan kepada tim GPM agar data survei yang diberikan juga disajikan berdasarkan capaian masing-masing Prodi.

Program keberlanjutan yang akan diadakan Program Studi Agroekoteknologi, Universitas Sulawesi Barat antara lain :

  1. Upaya membentuk mutu lulusan yang unggul yaitu mengadakan Student Advisory Center, kuliah umum, dan pelibatan mahasiswa dalam pembinaan usaha kecil di provinsi Sulawesi Barat. Evaluasi proses belajar mengajar juga rutin diadakan setiap semester. Upaya lain yang dilakukan yaitu melakukan revisi kurikulum yang dilakukan 5 tahun sekali, pembuatan PBM, meningkatkan keterampilan soft skill dan mengakomodasi pelatihan kepada mahasiswa.
  2. Upaya peningkatan mutu manajemen dilakukan dengan menerapkan tata pamong yang telah ditetapkan, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, menjaring masukan dari stakeholder, dan melaksanakan evaluasi secara rutin terhadap mutu manajemen.
  3. Upaya untuk meningkatkan jumlah penelitian dan pengabdian masyarakat yaitu dengan mengajukan proposal hibah kompetitif baik di Universitas Sulawesi Barat maupun melalui hibah bersaing Kemendikbud. Para dosen akan dimotivasi untuk bekerja sama atau mengajukan proposal penelitian dengan lembaga internasional. Selain itu, upaya peningkatan jumlah penelitian dan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan penulisan proposal, mengadakan kerja sama dengan lembaga penelitian, pelatihan penulisan artikel ilmiah, dan lain sebagainya.
  4. Upaya untuk meningkatkan kerjasama kemitraan dilakukan dengan memperluas jaringan kerjasama, memelihara jalinan hubungan dengan stakeholder, melakukan pengabdian pada masyarakat, dan memberikan pelatihan keterampilan serta peningkatan wawasan pada UKM.
  5. Upaya menambah fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung peningkatan calon mahasiswa, mutu lulusan, manajemen, kinerja dosen dan kerja sama.